BARE WITH EVERYTHING GOING ON TO MOMS LIFE!

May 07, 2017

Akhirnya tiba saya di titik super menikmati gelar seorang Ibu. Ya. Awalnya berat dan lumayan banyak beban disana-sini. Nggak sangka hari ini saya sudah sangat lihai meng-handle hampir semua urusan rumah tangga, kebutuhan bayi usia 7 bulan, dan pekerjaan saya sendiri sebagai home-stay-freelancer. Akhirnya niatan saya untuk menulis lebih banyak, mulai terealisasi. Sudah ada 6 topik drafts baru yang saya siapkan untuk meningkatkan eksistensi loonaire.com walaupun boleh jadi, blog ini mulai ke mama-mamahan yah?! :D
Akhirnya saya mengganti hampir semua tampilan loonaire.com agar lebih mudah dinikmati semua usia. Mudah-mudahan makin enjoy ya bacanya temen-temen! hihi.

Saya masih menanggap diri saya ini seorang Ibu Muda. Kenapa? Karena sebagian besar pertemanan saya di lingkungan ekspatriat asing yang menganggap pernikahan di usia 24 tahun itu, taboo. Sehingga sering sekali saya mendapat applause dari temen-temen yang masih berada pada career intervention tentang cara saya menjalani hidup dan berani menjadi Ibu(di usia karir). Tidak dipungkiri beberapa diantara mereka juga thumbs down karena mereka pikir sayang sekali potensi saya yang macam diabaikan, dan lebih memilih menjadi Ibu. Awalnya sempat sewot sana-sini liat temen seumuran yang sudah punya anak, suka main asal komentar mengenai saya mendidik Neymar. Mulai dari aktifitas yang menurut mereka berat untuk ukuran bayi. Sampai cerita saya di artikel Baby Sleep Independently? saya mendidik Neymar untuk tidur sendiri sejak usia sangat-sangat dini. Tapi suami saya betul-betul ada disitu untuk terus mengontrol emotional intelegent saya sebagai seorang Ibu, teman, dan seorang wanita. Alhamdulilah berkat beliau saya cuek nya minta ampun soal nyinyiran. Justru saya kepengen ngebantu sebagian temen yang sedang sama-sama belajar juga, dalam hal ini, mengurus bayi. 
Perlu saya claim disini, saya bukan seorang pediatrician, dan tidak menanggap diri expertise mengenai parenting. Saya-pun masih sangat giat belajar dan sudah mulai terbiasa memilah artikel world wide tentang parenting. Dan saya sangat dituntut keadaan untuk menjelaskan pengalaman pribadi dan fakta-fakta nya yang pasti berat sekali untuk dijadikan referensi kalau tidak berbasis ilmu pengetahuan. Fase ini semacam tahun ajaran baru dimana saya harus mulai merangkap secara garis besar tujuan saya agar proses belajarnya nggak amburadul.

Jadi artikel bare with memang saya tujukan untuk menyampaikan ini.

***


As a person, I believe in God. As a mother, I believe that the power I've got, God's.

Selalu merasa dikuatkan oleh Allah SWT dalam segala hal ketika saya sudah mejeng di tittle Ibu. Bahkan sekedar merasakan kekuatan tulang saya-pun, saya percaya ini kekuatan betul-betul milik Tuhan. Bayi baru satu. Betul-betul merasa nggak layak kalo kerjaan saya mengeluh setiap saat. Hampir lupa kapan terakhir mengeluh soal Neymar. Entah kapan! Kadang malah cuma diem dibelakang rumah pas lagi nunggu apel di kukus, kebayang saya pernah gendong Neymar hampir 24 jam. Meskipun pake baby carrier, ya tetep aja, 10 kilogram  bukan hal sepele. Itu-pun saya sering banget kesel kalo suami belum pulang dan harus angkut beras timbang 5 kilogram saja. hahaha.
Kekuatan cinta saya ke Neymar jauh tanpa bandingan. Angka 10 kilogram bukan sama sekali penghalang. Hebatnya pasca traveling waktu itu, saya nggak ngerasa pegel sama sekali. Betul ini. Punya Allah kekuatan tulang saya!

Bangun tidur ketika pagi, jarang sekali Neymar bangun pake adegan menjerit/nangis/kelenger. Neymar lebih sering bangun langsung guling-gulingan dan main-main sendiri, selalu saya sadar doi udah bangun pas nggak sengaja denger bunyi keletak-keletok dari kamarnya :D kalau udah bosen Neymar yang makin hari makin verbal sudah mulai manggil "mummm mummm" bikin saya suka kepengen nangis. Gelar saya nggak main-main. Sekedar dipanggil bocah 7 bulan yang belum ngerti apa-apa aja hati saya langsung sejuk. hehe. Saya harus menyambutnya dengan ceria sekali. Rumah yang tenang bisa mendadak meledak cuma karena saya teriak-teriak happy nyambut Neymar di kamarnya.

"Halo Honey Bunch! Assalamualaikum. How are you today? How was your dream, was it fun?"
Neymar selalu teriak menyambut saya sambil pasang tampang cerianya sambil angkat angkat tangan, tanda minta di gendong! Ih gemes.
Selalu siap siaga dimanapun, kapanpun. Sebelum dia tidur, saya terus berdoa supaya tidurnya nyenyak supaya saya bisa menyelesaikan pekerjaan, eh giliran dia nyenyak, saya nya baper. Langsung kangen dan nyium-nyium.

Nyium-nyium yang nggak ada bosen-bosennya.

Saat ini, menyandang gelar Ibu adalah fokus terbesar saya. Meskipun saat bersamaan saya adalah seorang istri, anak dan pekerja, suami saya sangat-sangat supportive soal role saya sebagai Ibu. Beliau tidak pernah sekalipun merasa diduakan perihal perhatian saya ke beliau yang terbilang menurun. Mas F selalu maklum yang buat saya merasa malu dan kecil sekali! Jangankan mengeluh, beliau mungkin tidak berfikiran kalau perhatian saya padanya menurun, saking sabarnya. Lebih hebatnya lagi, beliau malah menolong saya di berbagai aktifitas rumah seperti bantu saya buat sarapan, belanja sehari-hari, sampai mencuci baju-pun kadang Mas F akan turut bantu. Mengingat ini rasanya saya gemetar. Entah dimana saya menemukan suami seperti ini kalau bukan dia? Bersyukur, bersyukur, bersyukur! 

Menjadi "Ibu", nggak ada mata kuliahnya. Meskipun sering di nasehati sebelumnya oleh orang tua dan lingkungan. I had no idea! Langsung ke aplikasi nya, langsung hamil, melahirkan, dan jreng tau-tau jadi Ibu. Role yang menurut saya, sangat-sangat didambakan, namun sangat sulit proses belajarnya. Saya paham betul perasaan Ibu diluar sana yang selalu ingin yang terbaik bagi anak anak mereka. Saya paham tanpa kuliah dulu atau sekolah dulu agar bisa jadi Ibu bukan sekedar tittle yang membanggakan, karena tanggung jawabnya berhubungan langsung dengan akhirat. Mau jadi anak seperti apa kelak, dan sebagainya-sebagainya.
Saya paham akan jejak kaki penuh pengorbanan jelas bukan masalah mengumpulkan harta untuk investasi di dunia saja, melainkan investasi di akhirat juga. Jadi penting sekali bagi saya untuk mendidik ilmu agama dan pengetahuan dunia dengan harapan Neymar, anak saya, kelak bermanfaat! Amin.

So far, materi yang saya sudah persiapkan sudah two steps forwards dari usia Neymar saat ini. Alhamdulillah semuanya tercapai sesuai ekspektasi saya yang sangat minim sekali! Dan saya sudah sangat siap menghadapi kenyataan apabila tidak sesuai rencana atau ekspektasi saya. Kalau kata suami saya sih : "dilakuin aja dulu. Selama hal baik. Gimana nanti hasilnya yah disyukurin. Yang penting kita sebagai orang tua sudah berusaha melakukan yang terbaik."
Saat ini saya sedang mengajarkan Neymar sign language! Hal ini mungkin dianggap unorthodox bagi sebagian orang, karena Neymar tidak menyandang Tuna Rungu. Tapi biar penasaran kenapa, saya akan tulis di artikel selanjutnya. Di tunggu ya! 

Bagi Ibu-Ibu di luar sana yang sedang menikmati role nya sebagai seorang Ibj, wajib bersyukur, terus semangat! Always remember what I said : Mom is a flower of heaven. Moms are God's love. Don't ever let other people tell you either way.

WARMEST HUG, Vina.

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Instagram

Follow Us