Baby Sleeps Independently? (PART I)



Oke, kali ini kita bakal bahas topik paling sering ditanya, baik di sosial media maupun tanya langsung : Gimana cara saya mendidik Neymar untuk tidur Independently! nggak kaget juga saya ngeliat reaksi orang-orang, termasuk keluarga saya sendiri, kakak kandung saya yang baru saja melahirkan, temen-temen sebaya yang sudah punya anak berusia 1-2 tahun, dan beberapa teman yang baru beberapa bulan lalu melahirkan, SHOCK gitu tau kalau saya mendidik Neymar untuk tidur sendiri sejak dini sekali, soothe herself, supaya nggak bangun-bangun mewek tengah malem, dan syukurnya kini Neymar bukan a night-time-waker lagi, dan tidur tenang sepanjang malam di crib nya. Dikamar nya, dan tanpa saya.

Wooho, tenang, tenang!

Mungkin sebagian dari kalian yang baca artikel ini bakalan ikut-ikutan kaget. Dan saya sudah well-prepared lho. This is what I've expected from most people to react! hehehe
Nggak bisa menyalahkan siapa-siapa juga sih kalau kenyataannya, parenting di Indonesia tergolong yang sangat tolerant terhadap anak mereka, terutama bayi. Namanya juga masih bayi, tidur seranjang bareng orang tua aja, biar gampang! Kalo nangis, tinggal di tepuk-tepuk atau "langsung" jejelin nen supaya langsung tenang lagi, dan tidur lagi. Sebenernya nggak ada yang salah dengan cara ini. Terbukti kok, kalo suckling bener-bener ngasih efek tenang, dan merupakan cara paling mudah menenangkan bayi untuk kembali tidur. Yang jadi permasalahan sebenarnya adalah : the bed sharing. 

Kenapa itu masalah? Kita bahas nanti.
Nggak banyak yang berfikir kesini seperti saya, tapi saya termasuk manusia paling battle-prepared soal apapun yang akan terjadi kemudian hari. Waktu saya masih mengandung Neymar, ilmu pertama yang saya cari adalah what to expect, with a baby! Dengan bayi ya? bukan dengan toddler, atau anak diatas 5 tahun. Saya persempit spesifikasinya supaya makin detail apa saja yang kira-kira harus saya harapkan ketika melahirkan kelak. Dari ratusan masalah dan solusinya, ada satu permasalahan yang menurut saya besar impact nya kalau saya toleransi-kan. Yaitu perihal tidur.

Tau kan kalau tidur itu maha penting?Saya hidup selama 25 tahun bukan a-good-sleeper. Alias bukan yang(macam suami saya) nempel bantal langsung molor. Dalam keadaan normal waktu saya tenang, no-need medical attentions, saya butuh paling minim 30 menit untuk bener-bener settle dan melayang tidur. Dan waktu saya capek secapek-capeknya, saya malah melek macam orang kena apnea. Which is suck! Personally, sucks buat saya sendiri, karena saya butuh banyak energi untuk merampungkan pekerjaan saya yang deadline nya betul-betul mepet hidup mati. Hahahah!
Family history juga penting untuk dibahas. Saya melihat history saya termasuk yang buruk! Mama saya cerita waktu kecil saya hanya mau tidur kalau sambil dengerin nafas mama saya(*^&%s^#%@). Sedangkan history suami saya itu macam anak bayi baik budi, yang cuma butuh guling dan tidur sendiri di box baby. Gimana nih?! Mertua saya nggak punya rahasia cemerlang apa-apa untuk ngebantu saya ngedidik Neymar supaya bisa se-baik budi bapake, jawab beliau "Emang bawaan dari orok udah begitu." Dan terbukti, for 26 years, mas F tidurnya juga begitu. Jangankan nempel guling, ada angin sepoy aja tau-tau tepar dia. Lah saya? Kadang suka tanya diri sendiri, apa masih butuh nafas mama? apa butuh di rekam aja nafas mama terus dikirim via WA supaya bisa bantu saya tidur tiap malem? dang!
99,2% hasil penghitungan saya, physically and emotionally, Neymar persis bapaknya! Tapi saya bener-bener khawatir di angka 0,8% nya ini, Neymar mirip saya soal tidur nya (Oke lah, Kuping Neymar punya saya, jari gempalnya juga) ya elah, tu doangan banget mbak? HA! Disitulah saya memutuskan untuk gunain spares, baca-baca buku dan artikel parenting mengenai tidur. Meskipun agak telat karena baru nyadar pas usia kandungan 32 minggu, lumayan ngebantu untuk karir tidur Neymar sampai hari ini.

Dari banyak artikel, semuanya saya simpulkan jadi satu kira-kira begini: 

WAHAI PEREMPUAN PEREMPUAN YANG SEDANG HAMIL ANAK PERTAMA! KETAHUILAH BAHWA KETIKA ANAK ANDA LAHIR, RASANYA BAHAGIA, TAPI KEBAHAGIAAN ITU BISA MENDADAK SIRNA HANYA KARENA SATU MASALAH : kurang tidur


Oh, saya pikir saya battle-prepared.

Ternyata tetep ada saat-saat dimana saya merasa terpojok, marah, sleep-deprivied, waktu mendadak harus begadang macam anak desain grafis! Dengan keluhan jahitan bro, eyke di sobek 15 cm di lower-abdomen dan mepet muscles dan silahkan tanya ibu-ibu C-section lainnya ya, rasanya piye. Apalagi saya ini, sleep-disorder bawaan orok? Ya Rabbi.
Keluhan diatas saya boleh golongkan ke keluhan cemen-cengeng! Karena pada dasarnya, setiap Ibu-were-born ready! Setiap Ibu itu hebat! Semuanya jagoan alam semesta. Jadi saya anggap harus saya sendiri yang bertanggung jawab.

Lalu, bagaimana cara saya mendidik bayi saya untuk tidur sendiri?


Waktu Neymar baru lahir, saya kasih diri saya waktu untuk menjain si mungil untuk tidur bareng saya selama 4 minggu, dengan jarak kira-kira 20 cm saja. Alasannya simple, saya kepengen tau apakah Neymar bayi yang needy. Saya selalu inget bahwa, every babies need to be hug, were born to be held, to be loved, to be kissed.  Dan kita sebagai Ibu adalah the ultimaate comfort-provider buat bayi kita , jadi wajar banget kalau bayi kita cuma akan tidur ketika mendapat perasaan paling nyaman, yaitu waktu berada di dekat kita. Nah, disini saya memblokir rasa nyaman itu buat Neymar diwaktu jam tidur di malam hari(mohon dibaca baik-baik ya. di malam hari). Dan macam hutang, saya berikan the ultimate comfort untuk Neymar hanya ketika pagi sampai sore hari saja. Ketika saya mau mulai menggeser Neymar untuk tidur di mosses basket-nya, saya mulai kasih jarak tidur disamping Neymar, mulai dari 40 cm, 1m, sampai minggu terakhir, saya sudah berada di ujung kasur dan Neymar penguasa kasur saat itu. hehe. (Jangan tanya suami saya tidur dimana ya? tidur di loteng juga dia mah bisa bisa aja)

Meskipun, as you know, bayi baru lahir mewek tiap dua jam karena digestion nya masih mungil dan cepet banget ngerasa laper, saya akan 'mendekat' dan memenuhi kebutuhan itu. Hanya sebatas itu! dan hanya terjadi ketika malam hari, saya hindari eye-contact dengan bayi saya, bahkan tidak sama sekali menyalakan lampu. Maksudnya adalah mendidik cues sejak dini bahwa malam, saat nya tidur. Kalau Neymar lapar, saya akan ada disana untuk menyusui sampai Neymar kembali tidur. Bahkan saya nggak akan ganti diaper Neymar sebelum dia bener-bener wet-trough atau sampai poop. Selain itu sejak dini saya selalu menghindari kebiasaan buruk seperti;  ngebiarin Neymar tertidur ketika nyusu. 

I don't EVER LET my baby fallen asleep during feeding.


Ketika saya rasa Neymar udah "nggak minum" alias cuma hang out doang karena rasanya nyaman luar biasa, saya langsung taro Neymar kembali ke posisinya. dalam keadaan melek dan kebingungan "Mom, what the heck?"-kinda stares.

Maksudnya adalah, saya mendidik si bayi merah ini, untuk belajar self-shoote (merem sendiri tanpa bantuan saya atau payudara saya untuk kembali tidur). Rasanya mustahil kan? enggak. Kuncinya adalah konsistensi. Ini macam cues yang kita ajarkan untuk bayi kita agar dia paham : Oh, well, I'm done, thanks mommy, now let's get back to a wonder land!

Kok rasanya mudah ya? Trust me, it takes time like ETERNITY! Bayi itu butuh kebiasaan yang sangat mudah di prediksi. Dan menurut pengalaman dan hasil pemahaman sejauh ini, bayi cranky itu penyebabnya ya simple : Schedule & Activity ruin. 
Menjelang usia 6-8 minggu, dimana Neymar akhirnya sudah tidur malam selama 6-8 jam, saya sudah mulai transisi ke crib nya. Caranya adalah, perkenalkan crib nya diwaktu nap (tidur siang). Yang posisi crib waktu itu hanya sekitar 3 meter dari ranjang saya dan suami. Meskipun harus berepot-repot bangun untuk menyusui, saya rela. Goals nya adalah : membiasakan Neymar tidur di ranjangnya. Saya beli ranjang Neymar udah ada dasarnya kenapa. Harus betul-betul bermanfaat! Bukan sekedar hiasan belaka karena punya bayi baru lahir. Hehe, no offense ya ibu-ibu

Berawal dari tidur siang, saya mulai ke tidur ketika malam. Sampai seterusnya, dua minggu kemudian, saya siap geser ranjang Neymar ke nursery room nya. Awalnya deg-degan kok. Saya malah sering bolak balik bangun tengah malem buat ngecek Neymar. Jadi, ya, tidur saya sendiri yang lumayan terinterupsi sementara Hahaha. Dan setiap Neymar nangis karena laper, saya langsung penuhi kebutuhan nya, dan menyusui Neymar di sofa one seat yang saya sediakan dikamarnya. Begitu selesai, seperti biasa saya kembalikan Neymar ke posisi semula. Dan kembali ke kamar saya untuk doze off lagi. Begitu seterusnya.
Mengapa menurut saya bed sharing itu masalah? Jadi, ada saat dimana saya kepengen banget buat tidur di samping Neymar dan bawa dia(waktu itu masih usia 8 minggu) ke kamar saya. Dan tidur diantara saya dan suami. Herannya Neymar malah terbangun lebih sering  ketika disamping saya justru karena nyium bau saya, denger nafas saya, denger detak jantung saya! Hal ini sangat normal, dan setiap bayi sudah ada insting kuat terhadap ibu nya. Penyebabnya si bayi merasa on-call dengan saya! (Well, if that's makes sense), hal ini sadar nggak sadar kalau terus-terusan di toleransi kan bisa nyebabin kebiasaan buruk seperti masa kecia saya (sleep asociations) dan malah minta di shoote misalnya via nen atau di tap-tap Alhasil tidur saya terganggu sama sekali! (referensi : klik disini)
Yang beberapa malam sebelumnya, justru Neymar tidur lebih tenang ketika saya nggak ada disekitarnya untuk ngeganggu aktifitas otak nya ketika tidur. Oh, akhirnya saya paham! Betapa dianjurkannya bayi untuk tidur malam independently.

Jarang, dan bahkan hampir nihil saya nemuin temen yang setuju dengan pendapat ini. Tentunya karena rasa nggak tega atau rasa takut yang mereka alamin. 
Tapi pada umumnya, kita sebagai ibu, terutama saya si sleep-sucker ini, butuh sekali untuk deep sleep demi kebutuhan energi keesokan harinya. Dan ini agak sulit saya dapet ketika Neymar tidur disamping saya ketika malam. Intinya, i need my sleep, so I can deal the new day and always be happy about it! 

Percaya nggak percaya, teaching your baby to sleep independently, to soothe themselves back to sleep without your help, is a loving thing you do to them! Tidur sangat krusial, dan sangat dibutuhkan untuk bayi kita terutama untuk developing otak mereka, digestion system, dan ratusan perkembangan lainnya. (referensi : klik disini)  Jadi, I deal with my chances! 
Yang terpenting yang perlu diketahui adalah, setiap bayi berbeda. Butuh approaches yang berbeda pula untuk mendidik mental sejak dini, dan these are a learn-skill! Nggak langsung pff, tau-tau pinter tidur. Hehe. Dan perlu diketahui pula kalau masalah nggak selesai sampai disitu aja kok, there's always a two-three days, even a week, a baby will go to a bad habit and go trough interupted night, misalnya kata teething, growth spurt, traveling, 4, 6, 9 sleep regression, atau keahlian baru yang lagi sering dipraktekin. Saat-saat kaya gini, saya harus mulai lagi dari square one, dan rela tidur terinterupsi supaya bisa bantu Neymar kembali tidur. Jangan khawatir karena kejadian ini cuma musiman dan bayi akan kembali ke kebiasaan awal.

Setiap harinya tentunya saya barengi dengan aktifitas pagi dan malam yang sangat konsisten dan mudah ditebak. Misalnya bangun pagi manja-manjaan, normal-water bathcuddling, nap pertama selama 2 jam, play time, nap 2 selama 2 jam, late-evening nap yang disela-selanya selalu ada sesi menyusui dan peluk-pelukan juga. Kemudian evening remedies, yang menurut saya harus lebih strict konsistensinya karena berhubungan langsung dengan kondisi tidur malam anak. Kalau slip saya pernah pass the bed time udah ketebak, Neymar bakal exhausted dan overtired, terus malah susah untuk tidur. Ini PR namanya.

Menurut saya butuh kesabaran extra dan mental yang siap untuk mendidik bayi demi tidur yang maksimal, dan tentunya konsistensi yang teguh! bakal susah untuk berhasil kalau si ibu males-malesan atau pake adegan nggak tegaan, hihi. trust me, consistency is the key! Dan tidur yang maksimal, akan sulit kalau bayi masih punya sleep association, semacam nen, ditimang, denger detak jantung/nafas si ibu. Sampai saat ini, Neymar sudah tidur 10-12 jam setiap malam tanpa sleep association, yang saya bersyukur sekali kerja keras saya selama ini terbayar. 
Teruntuk temen-temen yang kepengen sharing pengalamannya, atau mau tanya-tanya silahkan ke kolom komen ya! 

Warmest hug,


VINASYAH

Comments